Manfaat Jalan Kaki Untuk Pasien Stroke

Berjalan kaki bisa disebut olahraga yang tanpa batas karena bisa diterapkan pada siapa pun. Disamping itu tak perlu ada keterampilan, alat dan kostum tertentu untuk berjalan kaki. Bagi yang sedang mengalami sakit stroke maka jalan kaki dapat dipetik banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan.

Ada kajian terkini tentang berjalan kaki yang diterbitkan dalam jurnal Stroke. Isinya secara singkat adalah kegiatan berjalan kaki dalam waktu yang rutin bisa memperbaiki kondisi kesehatan buat penderita stroke, termasuk dalam hal fisik, pergerakan dan mutu hidup.

Selanjutnya kami akan membeberkan apa saja manfaat jalan kaki untuk pasien atau penderita stroke.

Berdasarkan apa yang diungkapkan oleh kepala kajian Carron Gordon selaku dosen di departemen fisioterapi di Universitas West Indies Jamaika, “Berjalan kaki adalah metode yang paling efektif supaya aktif kembali sesudah mengalami stroke. Berjalan kaki pun bisa diartikan aktivitas yang biasa, murah dan gampang”.

Gordon pun memperjelas, berjalan kaki bisa membuat tekanan darah tetap stabil, mengurangi lemak dan memelihara berat badan karena seluruhnya itu menjadi sebab penyakit pada kardiovaskuler.

Untuk itulah, semua dokter sangat perlu untuk menyarankan pasien stroke untuk membiasakan berjalan kaki sebagai latihan rutin. Biasanya setelah mengalami serangan stroke, si pasien akan merasakan lemah pada tubuhnya dan ada rasa khawatir untuk melakukan gerakan fisik karena menganggap akan mudah jatuh. Sebenarnya hal tersebut makin mengalami hambatan dalam memelihara koneksi sosial dan berkegiatan sehari-hari.

Dari sinilah bisa kita tarik hal penting bahwa keluarga terdekat sangatlah berperan utama dalam memberikan semangat dan motivasi bagi pasien stroke untuk selalu giat dalam berjalan kaki. Sebagai awal latihan jalan kaki, orang paling dekat atau keluarga bisa menemani si pasien stroke untuk membantunya berjalan kaki walau hanya pelan dan suatu saat nanti si pasien akan makin yakin untuk berjalan kaki secara mandiri.

Berkaitan dengan studi ini, peserta pria dan wanita telah mengalami stroke 6 sampai 24 bulan jauh sebelum kajian ini dijalankan dan mampu berjalan kaki sendiri dengan atau tanpa alat bantu. Umur rata-rata peserta sekitar 64 tahun. Berjalan kaki tidak hanya bagus untuk penyembuhan stroke namun juga sebagai pencegah stroke. Seseorang harus melakukan jalan kaki sekitar 150 menit setiap hari dan 75 menit per pekan untuk kegiatan fisik yang tergolong berat.

Akan lebih baik jika Anda menggabungkan kedua pola waktu tersebut seperti direkomendasikan oleh American Heart Association. Khusus untuk pasien stroke, lakukan aktivitas jalan kaki selama 20 menit sampai 1 jam yang ditujukan sebagai olahraga aerobik, lakukan 3 hingga 7 hari dalam seminggu.

Mungkin Anda juga menyukai