7 Faktor Utama Jalan Kaki Lebih Baik Dibanding Lari

Olahraga lari sebenarnya menjadi olahraga yang baik untuk membuat tubuh selalu bugar dan dapat mengurangi berat badan.

Tetapi kekurangannya adalah tidak banyak orang yang dapat melakukannya setiap hari.

Dalam sejumlah sisi, jalan kaki bisa lebih baik daripada lari. Terlebih bila Anda berniat kuat untuk memperbanyak jumlah langkah per harinya.

Studi dari Asosiasi Jantung Amerika Serikat yang diumumkan di tahun 2017 menyatakan, jalan cepat setara efektifitasnya dengan lari kecil atau jogging.

Kedua metode itu dapat mengurangi berbagai hal pemicu penyakit stroke dan jantung.

Jadi, selain olahraga lari yang sekarang tengah populer, sejumlah ilmuwan menyatakan kegiatan jalan kaki faktanya lebih bagus ketimbang lari.

Bagi Anda yang penasaran, tentu ingin tahu apa saja alasannya. Berikut 7 faktor utama jalan kaki lebih baik daripada lari.

1. Lebih gampang

Jadwal yang banyak dan padat bagi seseorang tentunya sangat menyibukkan. Orang-orang tidak punya waktu yang cukup untuk olahraga lari atau pergi ke gym.

Namun, jalan kaki termasuk kegiatan yang dapat dilakukan di hampir semua lokasi dan tak perlu adanya persiapan tertentu.

Keringat yang keluar dari berjalan kaki lebih sedikit dibanding berlari. Jadi, Anda bisa melakukannya di berbagai kesempatan dan kegiatan.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan dari seorang ahli yaitu Stephany Blozy sebagai owner Fleet Feet of West Hartford dan pakar exercise science, “Jalan kaki setengah jam di saat jeda makan siang dapat membuat kita sehat dan tak akan berkeringat dan mesti mandi sesudahnya.”

2. Lari berisiko jika dilakukan lebih lama

Ada manfaat yang bisa diperoleh dari lari yakni dapat menambah kesehatan kardiovaskular, namun tetap ada perbedaan bagi masing-masing individu.

Karena, untuk mereka yang punya riwayat masalah kardiovaskular, lari justru dapat menambah detak jantung.

Olahraga lari jarak jauh dapat mengeluarkan protein tertentu yang dapat memicu efek negatif pada jantung.

Demikian penjelasan Natalie Lovitz, Clinical Director of Professional Physical Therapy di New York.

Kesimpulannya, bagi mereka, moderasi adalah intinya. Maksudnya, mengganti kegiatan lari ke jalan kaki dapat menjadikan mereka selalu sehat.

3. Beban terhadap sendi lebih kecil

Persamaan antara Lovitz dan Blozy adalah menyetujui bahwa jalan kaki lebih kecil bebannya pada persendian tubuh daripada olahraga lari.

Jadi, bila Anda sedang sakit atau mengalami kekakuan, maka bisa melakukan kegiatan low-impact, misalnya jalan kaki.

Menurut Blozy, lari dapat membebani sendi karena tekanan yang dihasilkan lebih kuat terhadap tumit, panggul dan lutut.

Lovitz pun menambahkan bahwa jalan kaki tidak memberi tekanan besar pada sistem otot dan rangka pada tubuh.

Walaupun begitu, jalan kaki masih mampu membuat otak melepaskan hormon endorfin yang menjadi manfaat penting dari olahraga.

Hormon endorfin merupakan senyawa kimia yang bisa memunculkan rasa senang untuk banyak orang yang berolahraga.

4. Lebih dekat dengan alam

Jalan kaki dapat memberi peluang baik bagi Anda dalam menjelajahi dan menggunakan waktu di alam terbuka. Lain halnya dengan olahraga lari di atas treadmill.

Misalnya saat Anda berjalan kaki melalui lokasi yang indah, tentunya sering berhenti beberapa saat sembari melihat indahnya pemandangan di sekitar.

Menurut hasil riset di tahun 2015 yang dinukil dalam artikel di The New York Times, dijelaskan bahwa jalan kaki di alam terbuka mendatangkan manfaat sehat untuk mental.

Seseorang akan merasakan hati yang senang, lebih peduli dan stres yang hilang.

Jika sudah merasa bosan dengan jalur yang biasa dilalui, cobalah untuk berjalan kaki dengan jenis hiking track yang ada di tempat terdekat.

5. Menambah kuat sistem kekebalan

Olahraga dengan jenis tertentu semisal jalan kaki sekitar 20-30 menit dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan jenis olahraga yang memerlukan keseriusan tinggi seperti lari malah bisa berefek terbalik dan kurang bagus untuk sistem kekebalan tubuh.

Ucapan yang patut kita ketahui dari Amesh A. Adalja, spesialis Infectious disease, adalah semakin intens lari, maka semakin tinggi juga tingkat kortisol. Kita tahu bahwa lari dapat mengganggu sistem kekebalan sampai 3 hari sesudah melakukan olahraga berat.

Tetapi itu tidak bermakna bahwa lari adalah hal yang jelek untuk sistem kekebalan. Maksudnya ketimbang lari lebih baik buat keseimbangan antara aktivitas olahraga high-impact dengan low-impact seperti berjalan kaki.

6. Dapat mudah berinteraksi dengan teman atau keluarga

Apakah Anda pernah olahraga lari bareng teman atau keluarga dalam tempo yang beriringan? Tentunya ini adalah hal yang susah dilakukan, selain Anda sudah bernafas tersengal-sengal.

Itu berbeda jika saat berjalan kaki. Aktivitas ini termasuk olahraga yang bagus dan pas untuk melakukan interaksi dengan keluarga dan sahabat seraya terus aktif bergerak.

Berolahraga seperti jalan kaki dengan sahabat bisa menimbulkan efek positif bagi kesehatan.

Tulisan yang terbit di NBC News tahun 2017, olahraga dengan kelompok teruji dapat meningkatkan lepasnya hormon endorfin dan sebagai dorongan positif untuk rajin berolahraga.

7. Jalan kaki lebih gampang bertahan lama

Blozy berucap, jalan kaki merupakan kegiatan yang nyaris semua orang dapat lakukan. Jadi, jalan kaki termasuk olahraga yang pas bagi pemula untuk mengawali rutinitas bergerak.

Mencegah rasa lelah saat berolahraga merupakan hal yang tidak mudah. Tapi, dengan jalan kaki dapat bisa dijaga dan metode yang bagus bagi kebanyakan orang untuk selalu aktif.

Hal ini berlawanan dengan aktivitas lari yang memerlukan semangat dan dorongan ekstra untuk tetap terus melakukannya.

Tetapi, pada kesudahannya jenis olahraga yang terbaik adalah olahraga yang paling rutin dilakukan.

Pada hakikatnya adalah cara Anda mencocokkan kemampuan sendiri untuk terus aktif bergerak.

Semoga informasi ini bagus untuk Anda ketahui dan menjadi motivasi yang baik agar bisa berolahraga khususnya jalan kaki sehingga tingkat kesehatan Anda semakin baik.

Share