Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
10 ribu langkah setiap hari

Wujudkan Impian 10.000 Langkah Setiap Hari Dengan Tekad Kuat

Pasti banyak orang yang berpikir bahwa setiap harinya selalu sibuk dengan beragam aktivitas sampai-sampai mengabaikan dan melupakan waktu sedikit untuk berolahraga. Sebenarnya ada cara mudah yang dapat diterapkan sebagai penggerak untuk hidup aktif dan sehat. Tidak lain adalah jalan kaki.

Universitas Stanford menerbitkan hasil penelitian internasional yang melakukan penelitian terhadap 717.000 orang melalui aplikasi khusus di ponsel cerdas beberapa waktu lalu. Hasilnya bisa terlihat bahwa negara kita Indonesia mendapat posisi ke 46 dari 111 negara dengan rerata 3.515 langkah setiap hari.

Apabila bersandar pada saran dari WHO yaitu 10.000 langkah per hari, maka belum ada yang memenuhi jumlah yang diinginkan. Sedangkan, American College of Sports Medicine menyarankan orang dewasa sekurangnya memperoleh latihan dengan kekuatan sedang kurang lebih 150 menit per minggu atau kurang lebih 30 menit sampai 1 jam per hari (5 hari dalam seminggu).

Bisa saja hasil itu tidak berarti secara umum, namun layak menjadi ujian bahwa sebagian besar warga kita sedikit bergerak. Seperti yang dikatakan oleh dr. Michael Triangto SpKO, “Kita mau ini dapat menggenjot kita agar hidup makin aktif, kian banyak bergerak.”

Ada sejumlah alasan mengapa orang menjadi tidak aktif bergerak. Di antaranya adalah sedikitnya fasilitas yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki. Serta, rute pejalan kaki yang direbut oleh pengendara motor dan pedagang kecil. Tetapi, situasi tersebut faktanya masih dapat diatasi. Caranya dengan melakukan aktivitas jalan kaki di dekat rumah, perkantoran, atau ruang terbuka hijau (taman). Karena pada intinya, jalan kaki adalah jenis olahraga yang termudah, tidak perlu biaya tinggi, dapat dilakukan di mana-mana serta tak perlu peralatan khusus. Hanya satu yang paling utama yaitu niat yang serius.

Padahal, jalan kaki bisa dilakukan dengan banyak kesempatan dan tempat kita berada. Semuanya ada pada tingkat kreativitas kita agar bisa dan mau aktif bergerak. Dokter Michael pun mengatakan bahwa kita dapat menggunakan minicycle di bawah meja. Sehingga kita masih bergerak walau di posisi diam.

Untuk menjangkau target 10.000 langkah setiap hari itu sama dengan jarak berapa kilometer? Semuanya bergantung pada intensitas masing-masing individu. Kurang lebih jaraknya 6 kilometer. Terkadang ada yang sampai 7 kilometer ke atas. Anda bisa menghitungnya menggunakan alat atau aplikasi pedometer di ponsel cerdas.

Pastinya jalan kaki mengandung kaya manfaat bagi kesehatan. Sekaligus pula dapat berperan sebagai pelindung dasar dari aneka penyakit. dr. Michael menjelaskan, jalan kaki adalah bentuk olahraga aerobik yang dapat menambah pembakaran lemak tubuh dan juga kadar gula serta dapat mengurangi dan mengendalikan gula darah.

“Membantu bentuk lemak bertambah baik. Mengurangi kolesterol jahat dan menambah kolesterol baik,” jelasnya. Jadi, jalan kaki dapat mengurangi jumlah obesitas, menangkal bahaya gangguan jantung, diabetes, arthritis dan masalah kesehatan lainnya.

Disamping itu, dilihat dari segi mekanis, olahraga jalan kaki mempunyai kelebihan ketimbang lari. Bagi individu yang menderita obesitas atau bermasalah dengan pinggang, sendi lutut atau tulang belakang maka jalan kaki bisa dibilang paling aman dilakukan. “Karena sedikitnya benturan yang terjadi, sendi terlatih, namun tidak berlebihan, “ungkapnya.

Karenanya, secara kejiwaan jalan kaki dapat memelihara kesinambungan individu agar melakukannya lagi. Bila sesudah olahraga merasa sakit, maka hal tersebut dapat berubah menjadi trauma sehingga enggan melakukannya.

Yang perlu diingat adalah tidak perlu olahraga secara berlebihan. Bila berlebihan, maka ada bahaya yang akan dirasakan. Amati level kekuatan awal sebelum mematok frekuensi dan intensitas berolahraga. dr. Michael pun menjelaskan lagi, “Yang merasakan khasiat terbesar adalah mereka yang sebelumnya belum berolahraga, lalu giat melakukan gaya hidup aktif.”
Kesimpulannya, adalah Anda bisa memanfaatkan gaya hidup aktif dan sehat dengan cara mudah dan murah yaitu berjalan kaki kapan saja dan di mana saja.

Share